Pemprov Jatim Wacanakan Jalan Tol Wisata Batu ke Kediri
29 Juli 2020 | 05:46 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggagas pembangunan jalan tol wisata Sukorejo-Batu-Kediri sebagai salah satu upaya mengungkit destinasi pariwisata di kawasan setempat.
"Kelebihannya tol ini ya itu, bisa membantu dunia pariwisata di kawasan yang dilewati," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim Gatot Sulistyo Hadi di Surabaya, Selasa (28/7/2020).
Jalan tol wisata menghubungkan empat daerah, yakni Kabupaten Pasuruan menuju Kabupaten Malang, Kota Batu serta Kabupaten Kediri.
Jalan tol wisata 110 kilometer tersebut memiliki 12 interchange (IC), yaitu diawali dari Sukorejo di Kabupaten Pasuruan, kemudian Taman Safari Prigen, Kebun Teh Lawang, SITC Singosari, Kota Batu, Pujon, Selorejo, Kandangan, Pare, Papar dan Kediri.
"Terlebih tidak lama lagi berdiri Bandara Surya Dhoho Kediri sehingga sangat membantu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara," ucapnya.
Menurut Gatot, yang dilewati pada ruas tersebut memiliki banyak destinasi wisata, bahkan tidak sedikit akan tumbuh tempat-tempat pariwisata karena memiliki potensi besar.
"Di sana masih banyak tempat bagus-bagus dan masih ada yang belum tersentuh. Semoga nantinya jika ada pembangunan tol mampu menambah gairah dunia pariwisata," katanya.
Pembangunan jalan tol wisata diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp23 triliun, namun sampai saat ini masih dalam proses penawaran ke berbagai investor.
Rencananya, kata dia, dikerjakan secara konsorsium yang diprakarsai oleh PT Surya Majapahit Marga Wisata.
Sumber :
https://surabaya.bisnis.com/read/20200729/532/1272407/pemprov-jatim-wacanakan-jalan-tol-wisata-batu-ke-kediri
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Wednesday, July 29, 2020
Sunday, January 5, 2020
Mal Layanan Publik Kota Malang
Mal Layanan Publik di Kota Malang akan Ditempatkan di Lantai 4 Mal Alun-Alun
Pemkot Malang akan menempatkan Mal Layanan Publik di lantai Mal Alun-alun lantai 4. Wali Kota, Sutiaji telah meninjau Mal Alun-alun pada Kamis (2/1/2019). Orang nomor satu di Kota Malang itu mengecek seluruh ruangan di lantai 4 Mal Alun-Alun.
Sutiaji datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, Asisten Administrasi Umum
Setda Kota Malang, Nuzul Nurcahyono, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, dan Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto.
“Kami akan jadikan Mal Layanan Publik di lantai 4 ini. Jadi berbagai macam layanan perizinan dan non perizinan akan ada di sini,” ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.
Sutiaji menyampaikan akan ada 400 layanan perizinan dan non perizinan di dalam Mal Layanan Publik ini, seperti imigrasi, OJK, perpajakan, Kementerian Agama (Kemenag), KUA, kepolisian, dan dari instansi vertikal.
“Nanti mulai dari mengurus perizinan hingga administrasi kependudukan seperti mengurus KTP, surat izin menikah, hingga imigrasi bisa di sini,” ucapnya.
Sutiaji minta kepada pengelola Ramayana, selaku tenan yang menyewa Mal Alun-Alun kepada Pemkot Malang, mulai melakukan penataan. Terutama dalam memindahkan setiap produknya agar dapat ditempatkan di lantai 1 ataupun di lantai 2.
“Lantai 4 ini seluas sekitar 5000 meter persegi. Kami akan tentukan desainnya seperti apa di sini,” ucapnya.
Sejumlah fasilitas juga akan dibenahi di dalam Mal Alun-alun ini, seperti pendingin ruangan yang rencananya akan diperbarui. Sekaligus mengatur parkir kendaraan untuk roda dua dan roda empat yang akan ditata kembali.
“Utamanya fasilitas ya seperti AC ini. Dan mungkin tempat nongkrong yang akan ditambahkan,” ujarnya.
Pemkot Malang akan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait pada bulan ini. Pertemuan tersebut akan membahas tentang MoU Mal Pelayanan Publik ini.
“Kalau target kami secepatnya. Kami juga perlu menata ulang lantai IV ini. Nanti sembari kami carikan dananya,” tandasnya.
Sumber :
https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/02/mal-layanan-publik-di-kota-malang-akan-ditempatkan-di-lantai-4-mal-alun-alun?page=all.
Sumber foto :
https://radarmalang.id/kota-punya-mal-pelayanan-publik-perizinan-satu-pintu/
Pemkot Malang akan menempatkan Mal Layanan Publik di lantai Mal Alun-alun lantai 4. Wali Kota, Sutiaji telah meninjau Mal Alun-alun pada Kamis (2/1/2019). Orang nomor satu di Kota Malang itu mengecek seluruh ruangan di lantai 4 Mal Alun-Alun.
Sutiaji datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, Asisten Administrasi Umum
Setda Kota Malang, Nuzul Nurcahyono, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, dan Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto.
“Kami akan jadikan Mal Layanan Publik di lantai 4 ini. Jadi berbagai macam layanan perizinan dan non perizinan akan ada di sini,” ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.
Sutiaji menyampaikan akan ada 400 layanan perizinan dan non perizinan di dalam Mal Layanan Publik ini, seperti imigrasi, OJK, perpajakan, Kementerian Agama (Kemenag), KUA, kepolisian, dan dari instansi vertikal.
“Nanti mulai dari mengurus perizinan hingga administrasi kependudukan seperti mengurus KTP, surat izin menikah, hingga imigrasi bisa di sini,” ucapnya.
Sutiaji minta kepada pengelola Ramayana, selaku tenan yang menyewa Mal Alun-Alun kepada Pemkot Malang, mulai melakukan penataan. Terutama dalam memindahkan setiap produknya agar dapat ditempatkan di lantai 1 ataupun di lantai 2.
“Lantai 4 ini seluas sekitar 5000 meter persegi. Kami akan tentukan desainnya seperti apa di sini,” ucapnya.
Sejumlah fasilitas juga akan dibenahi di dalam Mal Alun-alun ini, seperti pendingin ruangan yang rencananya akan diperbarui. Sekaligus mengatur parkir kendaraan untuk roda dua dan roda empat yang akan ditata kembali.
“Utamanya fasilitas ya seperti AC ini. Dan mungkin tempat nongkrong yang akan ditambahkan,” ujarnya.
Pemkot Malang akan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait pada bulan ini. Pertemuan tersebut akan membahas tentang MoU Mal Pelayanan Publik ini.
“Kalau target kami secepatnya. Kami juga perlu menata ulang lantai IV ini. Nanti sembari kami carikan dananya,” tandasnya.
Sumber :
https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/02/mal-layanan-publik-di-kota-malang-akan-ditempatkan-di-lantai-4-mal-alun-alun?page=all.
Sumber foto :
https://radarmalang.id/kota-punya-mal-pelayanan-publik-perizinan-satu-pintu/
Tempat Tinggal Terbaik Masa Depan
Wilayah Sepanjang Surabaya-Malang Dijadikan Tempat Tinggal Terbaik Masa Depan, Gerakan Kemenristek
Koridor Surabaya Malang akan dikembangkan dan akan jadi kawasan sebagai tempat tinggal terbaik masa depan
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) telah membentuk Forum Organisasi Profesi Iptek (FOPI) untuk mendukung Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) koridor Surabaya-Malang.
Forum tersebut berisi ahli-ahli dari berbagai bidang pendidikan dan latar belakang.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan mereka telah bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan koridor-koridor strategis di sepanjang Surabaya-Malang.
Mulai dari LIPI, perwakilan Kota Wisata Batu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari termasuk Pemprov Jatim yang memiliki Puspa Agro, serta Candra Wilwatikta.
Wagub Emil menambahkan, bahwa seluruh sumber daya yang ada nantinya akan menjadi satu koridor non stop mulai Surabaya sampai Malang.
"Surabaya sampai Malang ini sangat potensial untuk menjadi industri digital kreatif dan kelak akan menjadi the best place to live, atau tempat yang paling nyaman dan potensial untuk ditinggali di masa depan," ucap Emil Dardak, Sabtu (4/1/2020).
Emil melanjutkan, sepanjang Surabaya sampai Malang nantinya akan tumbuh business park yang menggerakkan ekonomi yang berbasis digital tourism dan lingkungan yang asri.
“Karena di sanalah ekonomi berbasis digital tourism dan lingkungan alam yang asri, bisa kita tawarkan kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Sumber :
https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/04/wilayah-sepanjang-surabaya-malang-dijadikan-tempat-tinggal-terbaik-masa-depan-gerakan-kemenristek.
Koridor Surabaya Malang akan dikembangkan dan akan jadi kawasan sebagai tempat tinggal terbaik masa depan
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) telah membentuk Forum Organisasi Profesi Iptek (FOPI) untuk mendukung Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) koridor Surabaya-Malang.
Forum tersebut berisi ahli-ahli dari berbagai bidang pendidikan dan latar belakang.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan mereka telah bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan koridor-koridor strategis di sepanjang Surabaya-Malang.
Mulai dari LIPI, perwakilan Kota Wisata Batu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari termasuk Pemprov Jatim yang memiliki Puspa Agro, serta Candra Wilwatikta.
Wagub Emil menambahkan, bahwa seluruh sumber daya yang ada nantinya akan menjadi satu koridor non stop mulai Surabaya sampai Malang.
"Surabaya sampai Malang ini sangat potensial untuk menjadi industri digital kreatif dan kelak akan menjadi the best place to live, atau tempat yang paling nyaman dan potensial untuk ditinggali di masa depan," ucap Emil Dardak, Sabtu (4/1/2020).
Emil melanjutkan, sepanjang Surabaya sampai Malang nantinya akan tumbuh business park yang menggerakkan ekonomi yang berbasis digital tourism dan lingkungan yang asri.
“Karena di sanalah ekonomi berbasis digital tourism dan lingkungan alam yang asri, bisa kita tawarkan kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Sumber :
https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/04/wilayah-sepanjang-surabaya-malang-dijadikan-tempat-tinggal-terbaik-masa-depan-gerakan-kemenristek.
Wednesday, July 3, 2019
Gerbang Tol Lawang
Panorama Menawan Gunung Arjuno di Gerbang Tol Lawang
Tak habis kata mendeskripsikan betapa indah panorama alam negara kita tercinta, Indonesia. Keelokan alam, terutama gunung, dan sawah, juga bisa dinikmati di sepanjang Jalan Tol Trans-Jawa, dan jalan tol non Trans-Jawa.
Tahun 2017 lalu, kokohnya Gunung Merbabu mengguncang dunia maya setelah tertangkap kamera melatari Gerbang Tol (GT) Salatiga.
Kini, giliran Gunung Arjuno yang tampak ciamik menghiasai GT Lawang yang merupakan bagian dari Jalan Tol Pandaan-Malang. Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno. Viralnya foto GT Lawang di lini masa media sosial, kali perdana dibagikan oleh akun Facebook, Gunung Indonesia, pada Minggu (31/3/2019) lalu, ditambah keterangan sebagai berikut: "Panorama pegunungan dari Tol Pandaan-Malang.
Salah satu yang terindah di Indonesia. Jasa Marga siap mengoperasikan jalan tol ruas Pandaan-Malang seksi satu-tiga, paling lambat awal Mei tahun 2019. Salah satu view terkenal dari tol ini adalah view Gunung Arjuno yang berdiri gagah menjulang tinggi.
Makin semangat mudik nih yang lewat tol ini". Gunung Arjuno yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, menjulang setinggi 3.339 meter.
Tak hanya Gunung Arjuno, di jalan bebas hambatan yang merupakan bagian dari Tol Surabaya-Malang, ini penampakan Gunung Semeru juga terlihat dari sisi timur tempat istirahat (rest area), Gunung Kawi di sisi barat daya, dan Gunung Penanggungan.
Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno.(Dokumentasi PT Jasamarga Pandaan Malang) Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 kilometer yang dikelola PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) dalam waktu dekat segera beroperasi.
Menurut Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Tbk Irra Susiyanti, ruas yang akan diresmikan adalah Seksi I-IV. "Rencananya diresmikan pada kuartal II tahun 2019," kata Irra menjawab Kompas.com, Sabtu (6/4/2019).
Tol yang melintasi Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Malang ini terdiri atas lima seksi. Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno. Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 kilometer dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer.
Adapun Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer dan Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer. Saat ini, konstruksi untuk Seksi 1–3 telah mencapai 99,17 persen. Setelah beroperasi nanti, Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan akan menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang. Meski Jalan Tol Pandaan-Malang bukan merupakan bagian dari jalur Jalan Tol Trans-Jawa, namun jalur ini memang menjadi jalur wisata menuju daerah Malang Raya.
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2019/04/06/140934821/panorama-menawan-gunung-arjuno-di-gerbang-tol-lawang.
Tak habis kata mendeskripsikan betapa indah panorama alam negara kita tercinta, Indonesia. Keelokan alam, terutama gunung, dan sawah, juga bisa dinikmati di sepanjang Jalan Tol Trans-Jawa, dan jalan tol non Trans-Jawa.
Tahun 2017 lalu, kokohnya Gunung Merbabu mengguncang dunia maya setelah tertangkap kamera melatari Gerbang Tol (GT) Salatiga.
Kini, giliran Gunung Arjuno yang tampak ciamik menghiasai GT Lawang yang merupakan bagian dari Jalan Tol Pandaan-Malang. Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno. Viralnya foto GT Lawang di lini masa media sosial, kali perdana dibagikan oleh akun Facebook, Gunung Indonesia, pada Minggu (31/3/2019) lalu, ditambah keterangan sebagai berikut: "Panorama pegunungan dari Tol Pandaan-Malang.
Salah satu yang terindah di Indonesia. Jasa Marga siap mengoperasikan jalan tol ruas Pandaan-Malang seksi satu-tiga, paling lambat awal Mei tahun 2019. Salah satu view terkenal dari tol ini adalah view Gunung Arjuno yang berdiri gagah menjulang tinggi.
Makin semangat mudik nih yang lewat tol ini". Gunung Arjuno yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, menjulang setinggi 3.339 meter.
Tak hanya Gunung Arjuno, di jalan bebas hambatan yang merupakan bagian dari Tol Surabaya-Malang, ini penampakan Gunung Semeru juga terlihat dari sisi timur tempat istirahat (rest area), Gunung Kawi di sisi barat daya, dan Gunung Penanggungan.
Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno.(Dokumentasi PT Jasamarga Pandaan Malang) Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 kilometer yang dikelola PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) dalam waktu dekat segera beroperasi.
Menurut Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Tbk Irra Susiyanti, ruas yang akan diresmikan adalah Seksi I-IV. "Rencananya diresmikan pada kuartal II tahun 2019," kata Irra menjawab Kompas.com, Sabtu (6/4/2019).
Tol yang melintasi Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Malang ini terdiri atas lima seksi. Panorama Jalan Tol Pandaan-Malang dengan latar Gunung Arjuno. Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 kilometer dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer.
Adapun Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer dan Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer. Saat ini, konstruksi untuk Seksi 1–3 telah mencapai 99,17 persen. Setelah beroperasi nanti, Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan akan menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang. Meski Jalan Tol Pandaan-Malang bukan merupakan bagian dari jalur Jalan Tol Trans-Jawa, namun jalur ini memang menjadi jalur wisata menuju daerah Malang Raya.
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2019/04/06/140934821/panorama-menawan-gunung-arjuno-di-gerbang-tol-lawang.
Wednesday, September 12, 2018
Proyek Tol Pandaan-Malang Capai 60%
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mencatat progress pekerjaan konstruksi jalan tol Pandaan-Malang yang berlokasi di Jawa Timur telah mencapai 60%.
Sejalan dengan itu, luas lahan yang belum dibebaskan untuk proyek tersebut menyisakan 10% dari total kebutuhan.
"Perseroan optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang hingga akhir tahun 2018 sehingga jalan tol tersebut dapat langsung dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019," ujar Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat melalui siaran pers, Senin (10/9/2018).
Lebih lanjut jalan tol yang memiliki panjang 38,48 kilometer (km) tersebut merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa yang pekerjaannya dibagi menjadi 5 (lima) seksi wilayah. Jalan tol ini nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Gempol-Pandaan hingga Gempol-Surabaya.
Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Jasamarga Pandaan Malang dimana kepemilikannya terdiri 3 (tiga) BUMN, yaitu PT Jasamarga (Persero) Tbk sebesar 60%, PT PP (Persero) Tbk sebesar 35% dan PT SMI (Persero) sebesar 5%.
Sedangkan dari segi pembiayaan, proyek jalan tol tersebut menelan biaya investasi hingga Rp 5,97 triliun dimana sumber pendanaan sebesar 30% berasal dari modal perusahaan dan sisanya sebesar 70% berasal dari pinjaman perbankan.
Sebagai tambahan informasi, hingga Juli tahun ini PTPP mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 27,19 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sekitar 24% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp 21,86 triliun.
"Sampai dengan Juli 2018 ini, perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 55% dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp 49 triliun di tahun 2018 sehingga Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai," ungkap Lukman.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180910140308-4-32491/proyek-tol-pandaan-malang-capai-60
Sumber foto :
http://www.photomalang.com/2017/02/jalan-tol-malang-pandaan-segera-bisa.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Panorama Menawan Gunung Arjuno di Gerbang Tol Lawang Tak habis kata mendeskripsikan betapa indah panorama alam negara kita tercinta, In...
-
Wilayah Sepanjang Surabaya-Malang Dijadikan Tempat Tinggal Terbaik Masa Depan, Gerakan Kemenristek Koridor Surabaya Malang akan dikembangk...
-
Pemprov Jatim Wacanakan Jalan Tol Wisata Batu ke Kediri 29 Juli 2020 | 05:46 WIB Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggagas pembangun...
-
Kawasan Malang Raya terdiri dari Malang kota ditambah dengan dengan area Lawang, Singosari dan Kepanjen. Lawang dikenal sebagai kota sateli...
-
Nama : Baim Alkatiri Tempat Lahir : Malang, Jawa Timur, Indonesia Tgl Lahir : Jun 7, 2005 Jagad hiburan tanah air pernah dihebohkan d...



